Home / Berita Umum / Syaikhu Diberitakan Dapat Maju Ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

Syaikhu Diberitakan Dapat Maju Ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

Syaikhu Diberitakan Dapat Maju Ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) – Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Syaikhu menuturkan dirinya sendiri masih tunggu proses yang sedang berjalan berkaitan proses penentuan wakil gubernur DKI Jakarta.

Ini menyikapi pengakuan Wakil Ketua Panitia Pribadi (Pansus) Cawagub, Bestari Barus. Bestari menuturkan kesempatan Syaiku untuk mengikuti gubernur bakal tertutup kalau dia maju ke kursi DPR.

Syaikhu menentukan mengikuti gubernur kalau proses penentuan wakil gubernur usai sebelum pelantikan jadi anggota DPR pada Oktober waktu depan.

“Ya, semoga lah itu rekan-rekan di Dewan dapat cepat menuntaskan Pansus. Selanjutnya pula panlitnya lekas dibuat serta sesuai peraturan yang dibikin itu lekas diseleksi wakil gubernur yang di setujui,” kata Syaiku kala didapati sehabis solat Jumat di Masjid Fatahillah, Balaikota DKI Jakarta, Jumat (24/5).

Dia selanjutnya menerangkan argumennya menentukan mengikuti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Menurut dia, proses penentuan wakil gubernur ini udah berjalan kelamaan.

Dan, Jakarta udah punyai kebanyakan masalah yang belum dituntaskan. Dia pingin menolong Anies dalam mengemban pekerjaannya, konsentrasi mengarah perolehan Gagasan Pembangunan Waktu Menengah Wilayah (RPJMD).

Walaupun demikian, Syaikhu mengatakan akan tidak mundur dari penyalonan jadi wakil gubernur atau dari penentuan jadi calon anggota DPR kini.

“Ya kan belum ini, di Senayan pula belum dilantik. Jika penentuan [wagub] sebelum 1 Oktober ya tidak ada faktor pula buat saya mundurkan,” imbuhnya.

Awal mulanya, Syaikhu diberitakan dapat maju ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari wilayah penentuan (dapil) Jawa Barat (Jawa barat) VII. Kalau hal semacam itu berlangsung, karena itu kemungkinan ia untuk mengikuti Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bakal tertutup.

“Ya, Jika ia pengen jadi anggota DPR ya jadi anggota DPR,” kata Bestari di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (20/5).

Tapi, Bestari menuturkan peraturan itu belum final. Ketentuan penentuan cawagub masih pula dalam proses perubahan.

“Kelak ditata dalam tatib ya kelak kita lihat bagaimana perubahannya serta apa rekan-rekan menghendaki sesuai ini,” paparnya.

Bestari menuturkan tak tutup peluang ada nama baru untuk cawagub kalau salah satunya calon bakal mengundurkan diri. Tapi, ini berlaku jikalau peraturannya pastinya.

“Kemungkinan tampak calon baru ya bagaimana jadi wagub pula belum dipilih jika contohnya. Dalam praktiknya menuturkan perlu mengundurkan diri,” tuturnya.

About penulis77