Home / Berita Umum / Pelepasan Ipda Triadi Tinggalkan Tugas Karena Ngojek

Pelepasan Ipda Triadi Tinggalkan Tugas Karena Ngojek

Pelepasan Ipda Triadi Tinggalkan Tugas Karena Ngojek – Perwira pertama (pama) Polres Kendari, Ipda Triadi, dilepaskan dari jabatannya berkat 62 hari tak dinas tiada info. Dalam sidang asas, Ipda Triadi mengakui tinggalkan pekerjaan lantaran repot berubah menjadi tukang ojek.

Kabar itu awalannya diungkapkan Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt kala dihubungi, Sabtu (10/8/2019) . Sidang itu di pimpin langsung Kabidpropam Polda Sultra bertindak sebagai ketua Sidang Komisi Kode Etik Karier (KKEP) AKBP Agoeng Adi Koerniawan.

Harry mengatakan Ipda Triadi udah melaksanakan Pelanggaran Kode Etik Karier Polri berwujud tinggalkan pekerjaan tiada izin pimpinan lebih dari 30 hari kerja dengan cara berturutan. Perihal ini melanggar Clausal 13 ayat (1) Jo clausal 14 ayat 1 huruf a PP RI No 1 Tahun 2003 serta Clausal 7 ayat 1 huruf e Perkap Nomer 14 tahun 2011 terkait Kode Etik Karier Polri.

Dalam sidang didapati, Ipda Triadi sejak mulai memegang Wakapolsek Waworete Polres Kendari tinggalkan pekerjaan dengan cara berturutan sejak mulai 1 Agustus 2018 sampai 26 Agustus 2018. Ia kembali mengulang-ulang tingkah lakunya tinggalkan pekerjaan tiada izin pimpinan dengan cara berturutan lebih dari 30 hari kerja sejak mulai dimutasikan jadi Pama Sat Sabhara Polres Kendari sejak mulai 27 Agustus 2018 sampai 15 Oktober 2018.

Keseluruhan seluruh Ipda Triadi tak mengerjakan pekerjaan tiada izin pimpinan saat 62 hari kerja. Ipda Triadi mengakui tak mengerjakan pekerjaan tiada izin ke pimpinan lantaran berubah menjadi tukang ojek dengan pemasukan Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu perhari.

Hasil ketetapan sidang menjatuhkan sangsi punya sifat adat serta administratif. Sangsi adat, tabiat Ipda Triadi dikatakan jadi aksi tercela. Dan sangsi administratif, Ipda Triadi disarankan diberhentikan tak dengan hormat atau PTDH) jadi anggota Polri. Ipda Triadi terima ketetapan itu.

Akan tetapi argumen Triadi gak masuk kerja lantaran sampingan jadi ojek lantas ditanyakan Polda Sultra. Dikarenakan, penghasilan Triadi dikira sudahlah cukup.

” Yang pasti yg terkait mengaku kesalahannya, ialah tinggalkan pekerjaan dalam kurun waktu 62 hari. Ia itu pama di Polres Kendari, ” kata Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Goldenhardt, Minggu (11/8/2019) .

Harry mengemukakan Triadi menyimpan penghasilan inti, tunjangan serta remunerasi Rp 8 juta perbulan. Menurut Harry, gak rasional apabila Triadi tinggalkan pekerjaannya di kepolisian buat pemasukan Rp 30 sampai 50 ribu per hari dari ojek.

Tidak hanya itu, Polda Sultra sendiri sesungguhnya gak melarang anggotanya mengojek. Apabila aktivitas itu gak dilaksanakan ketika jam dinas.

” Bila pengin ngojek buat penambahan, silahkan ngojek. Namun di luar jam dinas. Lakukan dahulu pekerjaannya, ” ujar Harry.

Harry mengharapkan perkara pemecatan Ipda Triadi ini dapat berubah menjadi contoh untuk anggota Polri lain. Banyak anggota Polri dilarang keras bermalas-malasan lantaran negara udah menggaji mereka dengan angka yg cukup.

” Jangan sempat ini jadi pembenar untuk lainnya, ” ujarnya.

About admin