Home / Berita Umum / Polisi Gerebek Pabrik Miras di Lumajang, Ribuan Botol Arak Disita

Polisi Gerebek Pabrik Miras di Lumajang, Ribuan Botol Arak Disita

Polisi Gerebek Pabrik Miras di Lumajang, Ribuan Botol Arak Disita – Rumah yang jadikan tempat pembuatan minuman keras (miras) style arak, di Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko, digerebek team paduan dari Polsek Sumbersuko bersama dengan anggota Polres Lumajang, Minggu (16/9/2018) siang. Dari penggerebekan ini, petugas mengambil arak beberapa ribu botol yang siap edar.

Penggerebekan dimulai dari kabar salah satunya penduduk kira-kira area yang berprasangka buruk dengan berbau menusuk serta pekerjaan didalam rumah itu sejak mulai seminggu waktu lalu. Setelah itu, penduduk itu, memberikan laporan ke RT ditempat serta dilanjutkan pada Kepala Desa Sentul yang lantas melaporkannya ke Polsek Sumbersuko.

Pihak Polsek serta Polres Lumajang yang dapatkan laporan dari Kepala desa Sentul langsung kerjakan penyelidikan sampai menggerebek pada rumah yang dikira menghasilkan miras style arak oplosan yang ada di Dusun Kembangan RT 04, RW 09, Desa Sentul, Kecamatan Sumbersuko.

Pabrik arak itu didapati punya Eko Saputro, penduduk Kabupaten Tuban yang dibantu 4 pekerja. Dari dalam pabrik yang tertutup di luar itu. Sehari-harinya, sanggup menghasilkan beberapa ribu minuman keras style arak.

Polisi juga mengambil 1. 200 botol Miras siap edar, 220 botol kosong, 48 buah drum plastik isi bibit miras. Tidak hanya itu, ikut juga ditangkap 30 buah drum kosong, mesin penyuling, 2 buah tandon besar, serta tabung gas LPG 5 buah, 4 buah kompor gas.

Kepala Dusun Kembangan, Mashur, mengemukakan, penghuni kontrakan itu dalam perizinannya pada Ketua RT ditempat diperlukan untuk usaha belut. Namun baunya menusuk, hingga penduduk kira-kira juga curiga

” Penduduk yang berprasangka buruk langsung memberikan laporan ke ketua RT, serta dilanjutkan ke saya, Lantas, saya melaporkannya pada kades yang dilanjutkan melapor pada pihak polisi, ” pungkasnya.

Kabag Ops Polres Lumajang, Kompol Eko Hari Santoso, membetulkan perihal penggrebekan rumah yang jadikan pabrik minuman keras itu.

” Ada lima orang yang kami amankan untuk diolah lanjut. Satu diataranya yaitu bos atau pemilik, sedang 4 yang lain yaitu pekerja, ” tegasnya.

About admin