Home / Berita Umum / Penyelundup 2.607 Kepiting Bakau ke Malaysia Terancam 6 Tahun Penjara

Penyelundup 2.607 Kepiting Bakau ke Malaysia Terancam 6 Tahun Penjara

Penyelundup 2.607 Kepiting Bakau ke Malaysia Terancam 6 Tahun Penjara – Direktorat Polair Polda Kalimantan Barat berbarengan Tubuh Karantina Ikan serta Pengendalian Kwalitas serta Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Pontianak menggagalkan penyelundupan 2. 607 ekor kepiting bakau. Kepiting betina itu ingin diselundupkan ke Malaysia.

” Kita mengerti kepiting betina ini sangatlah dilarang, sebab satu ekor kepiting betina ini dapat mempunyai kandungan kurang-lebih 1-2 juta telur. Bila barusan ada lebih kurang 2. 607, itu lebih kurang 3, 9 miliiar telur, ” kata Kapolda Kal-bar Irjen Didi Haryono melalui info tertulisnya, Rabu (14/11/2018) .

Aparat menggagalkan penyelundupan ini pada Selasa (13/11) tempo hari. Awalannya ada 16 keranjang berisi kepiting yg dibawa dengan mobil Daihatsu Gran Max warna putih dengan nomer polisi KB-1937-WK.

Aparat lantas meningkatkan perkara sampai kembali ditangkap kurang-lebih 24 keranjang berisi kepiting. Seseorang pemilik serta dua pekerjanya ditangkap petugas.

” Bila kita lihat dari berat, satu ekor yg terbesar dapat 1 kg demikian. Ini rata-rata 1 kg dihargai Rp 120 ribu, berat yg sangat kecil 400 gr. Ini pengen di kirim ke Malaysia lewat cara gelap. Market disana lebih-kurang 55 ringgit Malaysia. Bila dirupiahkan Rp 192 ribu, ” ujar Didi.

Apabila dirupiahkan, 2. 607 ekor kepiting bakau itu sejumlah Rp 182 juta. Kepiting ini idenya dapat dilepaskan ke habitatnya.

Kementerian Kelautan serta Perikanan (KKP) udah melarang pengiriman, penangkapan, pengeluaran kepiting bertelur, lobster, serta rajungan dari lokasi Indonesia sejak mulai 27 Desember 2015. Larangan ini ada pada Ketetapan Menteri Kelautan serta Perikanan nomer 56/PERMEN-KP/2016.

Atas tindakan ilegal itu, aktor sekaligus juga pemilik 24 keranjang yg berisi kepiting yg dilindungi ini terancam hukuman kurungan penjara sepanjang 6 tahun serta denda Rp 1, 5 miliiar sebab melanggar Undang-Undang Perikanan Nomer 45 Tahun 2009.

About admin