Home / Berita Umum / Langsung Drai Ketua Perlindungan Hukum FPI Yang Memohon

Langsung Drai Ketua Perlindungan Hukum FPI Yang Memohon

Langsung Drai Ketua Perlindungan Hukum FPI Yang Memohon – Komunitas Pembela Islam (FPI) mengatakan 10 orang yg diamankan berkenaan keonaran 22 Mei yg berlangsung pada Selasa (21/5) pagi hari serta Rabu (22/5) meminta supaya ditunda penahanannya oleh kepolisian pada Sabtu (25/5) siang.

Ketua Perlindungan Hukum FPI Sugito Atmo Prawiro menyampaikan faksinya memohon permintaan terhadap kepolisian supaya membatalkan warga yg tidak dapat dibuktikan berubah menjadi pembuat onar dalam perbuatan 22 Mei.

Dia menyebutkan beberapa yg diamankan memang tidak turut serta dengan keonaran itu, tetapi tidak menyengaja terangkut arus saat benturan berlangsung. Sampai, sambungnya, mereka diizinkan buat pulang.

“Kami ajukan permintaan buat perlindungan penangguhan buat siapa lantas yg tak turut serta atau cuma ikutan atau terangkut otomatis di Bawaslu ataupun Pertamburan,” tutur Sugito, Sabtu (25/5).

Dia mengatakan ini pagi telah ada satu orang yg terlebih dahulu ditunda. Karena itu, ada 11 orang yg akan dibebaskan dari Polda Metro Jaya ini hari.

“Kami berterima kasih ke kepolisian sebab kerja profesional. Kalaupun semua diolah tidak dengan ukur kekeliruan serta bukti, kami FPI pun dirugikan,” katanya.

Sugito menyebutkan faksinya senantiasa lakukan pendekatan terhadap kepolisian supaya warga yg tidak turut serta dapat dibebaskan. Dia akui tidak bawa bukti privat sebab pengumpulan bukti-bukti tetaplah harus dikerjakan ke semasing orang yg diamankan.

“Saya sinkronisasi sekalian melihat ulang ke yg perihal. Kalaupun kan tak ada bukti apa pun, sebab yg berlangsung di lapangan itu kan sporadis serta banyak, lalu malam hari,” jelas Sugito.

Selama ini, dia menyebutkan kepolisian telah membatalkan 12 orang dari keseluruhan 300 orang yg diamankan gara-gara keonaran 22 Mei 2019. Menurut Sugito, warga yg ditunda adalah penduduk biasa serta anggota FPI.

“Memang dari FPI tak kebanyakan. Itu sejumlah besar malah dari penduduk biasa,” papar Sugito.

Di konfirmasi terpisah, Kepala Bagian Jalinan Warga Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono membetulkan info itu. Faksi kepolisian lantas, sambungnya, sudah membatalkan penahanan buat sebagian orang.

“Ditunda penahanannya,” kata Argo.

Akan tetapi, Argo tidak menyampaikan selanjutnya berkenaan proses pengumpulan bukti-bukti setelah itu pada beberapa ratus orang yg diamankan kala keonaran 22 Mei 2019.

Awal mulanya, Kepala Biro Penerangan Warga Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo menyampaikan faksinya sudah tangkap 300 orang berkenaan perbuatan berakhir keonaran yg berjalan pada 21-22 Mei. Jumlah semakin bertambah dari awalnya yg cuma 257 orang.

Dedi menyampaikan faksinya masih lakukan pengecekan pada beberapa orang yg diamankan itu.

Polisi awal mulanya sudah menyelamatkan tanda untuk bukti berbentuk kendaraan, uang dalam pecahan rupiah ataupun dolar, senjata tajam, molotov, alat komunikasi, camera, sampai petasan bermacam ukuran.

About penulis77