Home / Berita Umum / 4 Kali Diadili Dan Hukuman 20 Tahun Penjara Untuk Thomas

4 Kali Diadili Dan Hukuman 20 Tahun Penjara Untuk Thomas

4 Kali Diadili Dan Hukuman 20 Tahun Penjara Untuk Thomas – Thomas Millyen diadili atas 4 perkara narkoba yg dikerjakan. Keseluruhan dia mesti melakukan hukuman 20 tahun penjara. Apakah saja kasusnya?

Berdasar pada kabar yg disatukan dari situs Pengadilan Negeri (PN) Blora, Jawa Tengah, Senin (29/7/2019) , Thomas diamankan di perkara narkoba pada 2017. Buat perkara pertama, dia dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.

Buat perkara ke dua, dia bisa dibuktikan mengendalikan kaki tangannya di luar penjara mengedarkan narkoba. Dia setelah itu dijatuhi hukuman 2 tahun penjara. Di perkara ke-tiga, perihal mirip kembali terulang kembali. Buat perkara ketiganya, dia digenapkan hukumannya berubah menjadi 20 tahun penjara.

Di perkara ke-4, dia kembali melaksanakan tingkah lakunya. Pasnya kala menuruti sidang di PN Blora pada pada 11 Oktober 2017. Kala dia pulang, dia membeli bakso ke temannya, Murtanto. Terakhir didapati dalam bungkus bakso itu ditemui paket sabu.

Ulahnya tersingkap kala dia digelandang kembali lagi Rutan Blora. Mendadak petugas melaksanakan sidak tes urine. Thomas kerepotan. Dia coba mengaburkan urinenya, namun dia ditempel ketat oleh petugas. Selanjutnya urinenya bisa dibuktikan positif narkoba serta dari tangannya ditemui paket sabu.

Nah, buat perkara keempatnya itu, Thomas divonis bebas. Jaksa sekarang ini tengah kasasi atas vonis bebas itu.

Di lain bagian, Thomas tak terima serta cari keadilan ke Mahkamah Konstitusi (MK) . Dia ajukan permintaan ke Mahkamah Konstitusi (MK) buat melaksanakan judicial kupasan KUHAP. Terutama Clausal 141 serta Clausal 142 KUHAP

Clausal 141 KUHAP keluarkan bunyi :

Penuntut umum bisa melaksanakan perpaduan masalah serta membuat dalam sebuah surat gugatan, seandainya pada kala yg sama atau hampir berbarengan dia terima sejumlah berkas masalah dalam soal :

a. sejumlah tindak pidana yg dilaksanakan oleh satu orang yg sama serta keperluan pengecekan tak membuat hambatan pada penggabungannya ;
b. sejumlah tindak pidana yg bersangkut-paut satu dengan lainnya ;
c. sejumlah tindak pidana yg tak bersangkut-paut satu dengan lainnya, namun yg satu dengan lainnya itu ada hubungan, yg dalam soal ini perpaduan itu butuh untuk keperluan pengecekan.

Mengenai Clausal 142 KUHAP ialah :

Dalam soal penuntut umum terima satu berkas masalah yg menampung sejumlah tindak pidana yg dilaksanakan oleh sebagian orang terduga yg tak termasuk juga dalm keputusan Clausal 141, penuntut umum bisa melaksanakan penuntutan pada semasing terdakwa dengan cara terpisah.

” Permohon meminta biar Mahkamah Konstitusi berikan ketetapan yg amarnya menjelaskan Clausal 141 serta Clausal 142 KUHAP berseberangan dengan Clausal 28 huruf D ayat 1, serta oleh sebab itu mesti dikatakan tak miliki kapabilitas hukum mengikat, ” kata Thomas dalam permintaannya ke MK.

About penulis77